image1 image2 image3 image4 image4

HELLO I'M PRIA HALAL|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG| I LOVE THIS CREATIVE WRITING DAILY|I'M PROFESSIONAL WRITER

Namanya Juga Belajar



Prihal ini sih sudah sangat lumrah dikalangan kita ya. Baik yang berwajah masam sampai yang berseri-seri, masih saja "namanya juga belajar" terlontas. Alasannya akan selalu sama, apa itu? Nasehat. Itu lah yang menjadikan kalimat "namanya juga belajar" semakin poluler kesininya.

Analogi tercerdas adalah anak-anak yang menelan semua nasehat yang diberikan kepadanya. Bukan hanya nasehat sih tapi semua hal baru yang klop dengan dirinya akan otomatis ter-input. Ya kan, kita kan pernah jadi anak-anak juga. Point nya adalah anak-anak senang dengan nasehat (larangan dan perintah pun juga). Mereka tidak kenal dengan kalimat "namanya juga belajar". Anak-anak yang kita omongin umurnya di bawah 12tahun ya Guys...
Anak-anak klo dapat nasehat atas kesalahannya pasti diperbaiki atau tipe lainya mereka LUPA. :D

Kalimat ini mulai popoler di kalangan 12 tahun keatas. Kenapa? klo yang berumur 12-17 tahun itu karena sudah menyelesaikan satu tingkatan sekolah. Bukan itu saja pada tingkatan umur ini di sebut juga dengan periode mencari jati diri. Nah nasehat yang paling didengar setelah orang tua ya Guru. Kalimat "namanya juga belajar" gak berlaku untuk dua tingkatan teratas ini.

  Kalimat ini akan muncul diantara beberapa pilihan ketika mendapatkan nasehat:
1. Apaan sih lo gak usah sok ngajarin orang lain lah
2. Namanya juga belajar sob
3. Oh gitu ya
4. Masa sih, gue baru dengar
5. Kita kan masih muda, masih belajarlah
6. Terima kasih nasehatnya bro, ane pakai
7. Dapat tambahan ilmu nih. dll


Kayaknya biasa aja tuh gak poluler, masanya memang belum karena masih pemenuhan kuota memori otak guys. Paling tidak lebih sering muncul dari kata2 lainnya ya. "Namanya juga belajar" menjadi pilihan terbaik saat mendapatkan nasehat dari kakak tingkat di sekolahan.

Ternyata oh ternyata, sampai waktu kulaih pun kalimat ini masih sama berguna dan populernya ketika di nasehati oleh kating. "Iya kak, namanya juga belajar".

Sampai pasca kampus atau the real life pun akan sama cuma beda penyebutan. "Iya kang (mas, pak, buk, dsb) namanya juga belajar"

Sekian !!

Sumber Gambar : Google Image

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment